
Adakah di antara engkau yang hari ini menikah?
Kalau ada, saya turut mendoakan: Baarakallaahu laka wabaaraka 'alaika wajama'a bainakuma fii khairin. Semoga Allah memberkahimu dan memberkahi pernikahanmu serta mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan.
Bagi yang menikahnya beberapa hari yang lalu, beberapa minggu yang lalu, beberapa bulan yang lalu, atau bahkan beberapa tahun yang lalu, saya turut mendoakan pula, “Semoga Allah tetap memberikan kekuatan untuk menjalaninya dan mengumpulkan kita semua bersama orang-orang yang kita cintai ke dalam surga-Nya. Amiin.”
Buku “Pernak-Pernik Romantis: Sebuah Kado Cinta untuk Pasangan Mesra, Sejak Malam Pertama hingga Malam-malam Berikutnya” membahas mulai akad nikah dilangsungkan hingga cara-cara memelihara romantisme bersama pasangan tercinta. Bagi yang belum menikah, buku ini insya Allah bisa menambah wawasan menghadapi detik-detik pernikahan. Sedangkan bagi yang sudah menikah, buku ini menjadi bagian dari inspirasi untuk mengembalikan keromantisan masa silam.
Keromantisan tidak bergantung pada beranjaknya usia pernikahan; tidak pula pada banyaknya momongan. Tidak hanya saat rupa masih memesona, tapi juga saat kulit sudah menua. Selama nafas masih tersisa; selama benih cinta masih ada; keromantisan akan senantiasa terasa.
Itulah Pernak-Pernik Romantis.
Judul: Pernak-Pernik Romantis
Penulis: Fadlan Al-Ikhwani
Harga: Rp. 54.000,-
kak suhe

Saat mereka mendoakan,” Baarakallahu laka....”. Kubisikkan padamu,” Cintamu, sehangat ciuman bidadari...”. Kau menjawab,” Ada barakah di kala bidadari cemburu padamu.”
Ketika mereka meminta lagi pada Allah, “Wa baarakallahu ‘alaika...”. Lirikanmu menyelisik hatiku, “ Dalam badai, dekap aku lebih erat!”. “Bersama barakah, masalah akan menguatkan jalinan”, begitu kau kuyakinkan.
Lalu mereka menutup,” Wa jama’a bainakuma fii khaiir...”. Maka tangan kita saling berpaut dan jemarinya menyatu, “ Genggam tanganku, rasakan kekuatan cinta!” Maka sempurnalah tiga perayaan cinta.
Di saat apapun barakah itu membawa kebahagiaan. Sebuah letup kegembiraan di hati, kelapangan di dada, kejernihan di akal, dan rasa nikmat di jasad. Barakah itu memberi suasana lain dan mencurahkan keceriaan musim semi, apapun masalah yang sedang membadai rumah tangga kita. Barakah itu membawakan senyum meski air mata menitik-nitik. Barakah itu menyergapkan rindu di tengah kejengkelan. Berakah itu menyediakan rengkuhan dan belaian lembut di saat dada kita sesak oleh masalah.
Baarakallahu Laka, Bahagianya Merayakan Cinta.








